Sabtu, 10 Desember 2011

[ cerpen ] ARTI SAHABAT


           Matahari yang menyinari bumi, sangat terasa diawal Gilang masuk sekolah menengah atas. Dengan baju seragam SMP dan embel-embel  dibajunya yang memikat orang disekitar. Langkah yang besar dengan penuh semangat untuk sampai pintu gerbang sekolah, Gilang harus berlari kilo-an meter untuk sampai di tujuan.
 “KRINGGGGGGGG !!!!!” (bunyi bel)
          “untung ajah, gak telat banget. Pas banget lagi jam tujuh!”, kata Gilang sembari melihat jam tangannya yang bergambar Mickey Mouse.
          Dalam keadaan yang sudah berkeringat, Gilang masuk kekelas dengan memakai nametag yang bertuliskan “Aku GILANG TASYANA”. Ya! Gilang dalam masa orientasi siswa atau yang kita kenal dengan MOS, yaitu pelajaran untuk siswa baru. Saat mencari bangku kosong untuk ditempatinya, Gilang melihat seorang anak laki-laki yang memakai nametag bertuliskan “Aku GILANG RAMADHAN”, tak disangka ia bertemu dengan teman SMP-nya dulu. Dia seorang anak laki-laki yang baik hati dan tidak sombong. Ada hal yang unik diantara mereka adalah mempunyai nama yang sama-sama “Gilang” tetapi berbeda jenis kelamin. Yang lelaki bernama Gilang Ramadhan atau teman sebayanya suka memanggil “Egi” dan yang perempuan bernama Gilang Tasyana.
          “dunia sempit banget yah sampai akhirnya gue ketemu sama lo.” Kata Gilang sambil berjalan menuju Egi.
“yah, lo lagi lo lagi!” balas Egi sambil memberi senyum kepada Gilang yang menghampirinya.
Egi adalah sahabat Gilang dari kelas satu SMP. Mereka berdua selalu melengkapi satu sama lain, disaat suka maupun duka. Mungkin, Gilang berpendapat bahwa persahabatannya dengan Egi akan berakhir saat lulus SMP karena tidak akan pernah bertemu lagi. Tetapi, kenyataan yang memberikan jawaban kepada Gilang, bahwa persahabatan mereka masih berjalan.
Sudah satu bulan menjadi murid X-2. Gilang dan Egi sudah mengenal teman-teman sekelasnya, tidak sekedar mengenal tetapi berteman dengan teman satu angkatannya. Pada suatu hari, Egi bercerita kepada Gilang bahwa dia menyukai teman sekelasnya yang bernama Ami. Ami adalah teman sekelas Egi dan Gilang. Ia seorang anak perempuan yang cantik dan pemalu. Egi menjelaskan kepada Gilang bahwa dia selalu salah tingkah jika bertemu dengan Ami. Gilang sebagai sahabat yang selalu disamping Egi, begitu juga Egi dengannya, selalu memberi nasihat dan saran kepada satu sama lain.
Setelah berminggu-minggu berusaha, Egi sudah berhasil mendekati Ami. Seperti, tukar nomor HP, kekantin bersama sampai pada akhirnya dia melupakan sahabatnya sendiri yang selalu melengkapinya.
Egi yang sekarang, sangat berbeda!. Dia lebih memilih teman barunya dibanding dengan gue. Kelihatannya dia lebih senang bersama Ami.” Kata Gilang dalam hati.
Gilang merasa sedih, ia selalu berkata “gue sedih dan bakal selalu sendiri!” bukan tidak ada yang menemaninya, tetapi sosok sahabat yang selalu bersamanya sudah tidak terlihat lagi. Saat dikantin, ia hanya memandang Egi dan Ami duduk berdua, walaupun Egi selalu tersenyum dengannya. Tetapi ia merasa “gue gak butuh senyum lo gi. Tapi butuh rasa persahabatan kita yang sekarang lagi kemana ?
Sudah dua minggu Egi tidak bercerita lagi dengan Gilang. Sekalinya berkomunikasi, dia hanya menanyakan PR kepadanya. Sekarang, Gilang tidak selalu memperhatikan mereka berdua. Ia selalu bermain dengan teman sekelas lainnya.
Pada esok hari, tepatnya bel istirahat berbunyi. Egi menghampiri Gilang yang sedang duduk di kelas sendiri.
“gilang, gue mau cerita.”
Dengan wajah yang terkejut melihat sosok Egi yang menghampirinya, Gilang menjawab sahutan darinya,  “ngapain lo!? gak ke kantin sama si Ami?”
“iyaaa, makanya dari itu gue mau cerita.”
“cerita apalagi?, lo ‘kan udah berhasil deketin si Ami!”
“gue … hhmmm guee ..”
“lo kenapa? Marahan sama dia?”
“gue … ditolak sama dia, Lang”
“sekarang lo sedih? Gimana rasanya di tolak?. Kenapa pas lo sedih datang ke gue? Pas kemaren kemana!? Lo lupa sama gue, lo gak pernah cerita sama gue lagi, Gi!”
“maaf Lang, gue tau gue salah .. gue udah lupa sama lo saat gue lagi seneng. Memang gue akuin, sekarang gue butuh hiburan dari sahabat gue …”
“huh .. lo sahabat gue dari SMP, Gi. Jangan begini lagi yah, gue ngerti ko perasaan lo gimana. Gue cuman mau ingetin lo doang, kalo lo butuh gue pas lagi sedihnya aja.”
“maaf ya Lang, sekali lagi gue minta maaf.”
Akhirnya Gilang bisa memaafkan Egi, walaupun ia sempat kesal dengannya terlebih dahulu. Besok paginya, Gilang kembali pergi ke kantin bersama Egi. Dari permasalahan kemarin, Egi selalu bercerita dan tidak akan pernah lupa lagi dengan sahabatnya, Gilang. Begitu juga sebaliknya,  jika Gilang ada masalah, ia akan bercerita dengan Egi.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.